seperti bahasa orang orang yang bekerja dalam bidang PR, lauching product dilakukan ketika ingin menawarkan sesuatu yang baru, inovatif, dan pastinya menarik. launching product juga dapat dilakukan setelah perusahaan itu mengalami sebuah krisis yang memaksa perusahaan tersebut menarik product itu dari peredaran, yang biasa dikenal dengan sebutan re-call. namiun jika ada yang tidak setuju, terserah kalian. ini hanya pendapat saya saja..hahahahahaha
apakah cinta dapat dianalogikan sebagai dunia PR?
kalo menurut apa yang pernah saya rasakan, cinta memang seperti itu. ketika kita sedang melakukan sebuah masa dimana sepasang muda mudi sedang melakukan sebuah masa yang biasa disebut masa penjajakan atau lebih dikenal PDKT, maka dapat dianalogikan sebagai sebuah media relations yang dimana dalam masa masa seperti itu biasanya dilakukan beberapa kegiatan seperti media visit, media briefing, media gathering, dll. Yang bertujuan agar terjalinnya hubungan baik antara perusahaan dan media. dalam tahap tahap PDKT pun seperti itu, sang cowo melakukan pendekatan terhadap sang wanita. melakukan segala cara agar sang wanita nyaman ketika dia berada di sampingnya.
pada saat penembakan, dapat dianalogikan seperti dalam sebuah one on one interview yang dimana sang wanita sebagai HRD yang siap merekrut pegawai baru yang tidak lain adalah sang pria. kalau hasilnya diterima, maka sang pegawai baru tersebut akan mengerahkan segala kemampuannya untuk memuaskan dan menjaga nama baik perusahaan yang dianalogikan sebagai sebuah hubungan. kalau ditolak, maka sang pegawai baru tersebut harus kembali mencari tempat untuk dia bekerja. suapay ga nganggur!alias Jomblo(agak najis sih nulis kata ini)
pada tahap selanjutnya, pada saat perasaan suka berubah menjadi sayang. jika sang pegawai baru menunjukkan hasil yang luar biasa dan memberikan dampak positif kepada perusahaan, maka sang manager akan mempromosikan dirinya agar mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau naik jabatan.sebaliknya, jika pegawai tersebut menunjukkan hasil yang kurang baik dan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan tersebut, maka sang pegawai akan mendapatkan surat peringatan 1, 2 dan mungkin saja langsung di pecat. analogi ini bisa diartikan bagaikan pada saat bertengkar atau pun menghadapi suatu masalah yang mengakibatkan putusnya sebuah hubungan.
selanjutnya adalah balikan. hal ini terjadi ketika salah satu pihak entah pihak pria atau wanita yang menginginkan hubungan terjalin kembali, dapat dianalogikan sebagai launching product. seperti yang sudah saya katakan diatas, "launching product juga dapat dilakukan setelah perusahaan itu mengalami sebuah krisis yang memaksa perusahaan tersebut menarik product itu dari peredaran, yang biasa dikenal dengan sebutan re-call." pada saat kita putus hubungan dengan pacar kita, bisa kita analogikan sebagai sebuah krisis. krisis yang menyerang kepercayaaan dari salah satu pihak, baik pria maupun wanita. dan misalkan dalam kasus ini si pria yang kehilangan kepercayaan, maka sang pria akan berpikir untuk bagaimana mendapatkan kembali cintanya. begitu juga perusahaan, mereka akan menarik semua product dari pasaran ketika terjadinya krisis. dan berfikir untuk mencari solusi terbaik untuk memecahkan crisis tersebut. jika perusahaan berhasil menemukan solusi terbaik, maka akan diadakannya pers converence dan berujung pada me-launching product itu kembali.jika tidak berhasil, perusahaan itu akan mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. sehingga masyarakat tidak akan membeli product mereka kembali. dan berujung pada kebangkrutan dari perusahaan tersebut. begitu pula dengan sang pria, dia akan tetap memikirkan solusi yang tepat agar mendapatkan kembali kepercayaan dari sang wanita. dan ketika solusi ditemukan, maka sang pria akan mengutarakan perasaannnya kembali kepada sang wanita. tentunya dengan sesuatu yang berbeda dari sang pria dan berusaha agar kesalahan dimasa lalu tidak terulang kembali.
berdasarkan ke-sotoy-an,bocil menulis..
-sekian-
apakah cinta dapat dianalogikan sebagai dunia PR?
kalo menurut apa yang pernah saya rasakan, cinta memang seperti itu. ketika kita sedang melakukan sebuah masa dimana sepasang muda mudi sedang melakukan sebuah masa yang biasa disebut masa penjajakan atau lebih dikenal PDKT, maka dapat dianalogikan sebagai sebuah media relations yang dimana dalam masa masa seperti itu biasanya dilakukan beberapa kegiatan seperti media visit, media briefing, media gathering, dll. Yang bertujuan agar terjalinnya hubungan baik antara perusahaan dan media. dalam tahap tahap PDKT pun seperti itu, sang cowo melakukan pendekatan terhadap sang wanita. melakukan segala cara agar sang wanita nyaman ketika dia berada di sampingnya.
pada saat penembakan, dapat dianalogikan seperti dalam sebuah one on one interview yang dimana sang wanita sebagai HRD yang siap merekrut pegawai baru yang tidak lain adalah sang pria. kalau hasilnya diterima, maka sang pegawai baru tersebut akan mengerahkan segala kemampuannya untuk memuaskan dan menjaga nama baik perusahaan yang dianalogikan sebagai sebuah hubungan. kalau ditolak, maka sang pegawai baru tersebut harus kembali mencari tempat untuk dia bekerja. suapay ga nganggur!alias Jomblo(agak najis sih nulis kata ini)
pada tahap selanjutnya, pada saat perasaan suka berubah menjadi sayang. jika sang pegawai baru menunjukkan hasil yang luar biasa dan memberikan dampak positif kepada perusahaan, maka sang manager akan mempromosikan dirinya agar mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau naik jabatan.sebaliknya, jika pegawai tersebut menunjukkan hasil yang kurang baik dan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan tersebut, maka sang pegawai akan mendapatkan surat peringatan 1, 2 dan mungkin saja langsung di pecat. analogi ini bisa diartikan bagaikan pada saat bertengkar atau pun menghadapi suatu masalah yang mengakibatkan putusnya sebuah hubungan.
selanjutnya adalah balikan. hal ini terjadi ketika salah satu pihak entah pihak pria atau wanita yang menginginkan hubungan terjalin kembali, dapat dianalogikan sebagai launching product. seperti yang sudah saya katakan diatas, "launching product juga dapat dilakukan setelah perusahaan itu mengalami sebuah krisis yang memaksa perusahaan tersebut menarik product itu dari peredaran, yang biasa dikenal dengan sebutan re-call." pada saat kita putus hubungan dengan pacar kita, bisa kita analogikan sebagai sebuah krisis. krisis yang menyerang kepercayaaan dari salah satu pihak, baik pria maupun wanita. dan misalkan dalam kasus ini si pria yang kehilangan kepercayaan, maka sang pria akan berpikir untuk bagaimana mendapatkan kembali cintanya. begitu juga perusahaan, mereka akan menarik semua product dari pasaran ketika terjadinya krisis. dan berfikir untuk mencari solusi terbaik untuk memecahkan crisis tersebut. jika perusahaan berhasil menemukan solusi terbaik, maka akan diadakannya pers converence dan berujung pada me-launching product itu kembali.jika tidak berhasil, perusahaan itu akan mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. sehingga masyarakat tidak akan membeli product mereka kembali. dan berujung pada kebangkrutan dari perusahaan tersebut. begitu pula dengan sang pria, dia akan tetap memikirkan solusi yang tepat agar mendapatkan kembali kepercayaan dari sang wanita. dan ketika solusi ditemukan, maka sang pria akan mengutarakan perasaannnya kembali kepada sang wanita. tentunya dengan sesuatu yang berbeda dari sang pria dan berusaha agar kesalahan dimasa lalu tidak terulang kembali.
berdasarkan ke-sotoy-an,bocil menulis..
-sekian-
2 komentar:
Analogi yang sangat menarik :) ternyata kuliah komunikasi ada efeknya juga ya... Kayaknya ke-sotoy-an lo perlu dikembangin. Good luck.
anak LS kali bang!!
siapa tu dosennya media relations??
hahaha..
bagus2.. inspiratif.
manceep
Posting Komentar